Beranda > AGAMA ISLAM, PENDIDIKAN > RENUNGAN UNTUK KEGIATAN ZIARAH WALI 5

RENUNGAN UNTUK KEGIATAN ZIARAH WALI 5

Di sebelah utara masjid Ampel, terdapat 9 buah makam yang mempunyai bentuk yang sama. Setiap peziarah makam sunan Ampel pasti mengenal cerita tentang makam tersebut, bahkan banyak yang berziarah ke sana. Makam itu dikenal sebagai makam mbah Sholeh, salah seorang murid sunan Ampel yang berusia lanjut. Di pesantren Ampeldento, mbah Soleh bertugas  menyapu masjid ampel dan lingkungan di sekitarnya. Tugas ini ditunaikan mbah Soleh dengan tanggung jawab yang tinggi sehingga lingkungan pesantren menjadi bersih, asri dan nyaman.

Karena usianya sudah lanjut, suatu saat mbah Soleh wafat mendahului gurunya, Sunan Ampel. Wafatnya mbah Soleh ini mengakibatkan tugas menyapu masjid dan pesantren terbengkalai. Tidak ada santri yang bisa menggantikan mbah Soleh. Kalaupun ada, maka pekerjaannya tidak sebaik yang dilakukan mbah Soleh, sehingga masjid ampel  tetap saja kotor tak terurus. Melihat hal yang demikian itu, Raden Rahmat kemudian berkata kepada santri-santrinya, “andaikan mbah Soleh masih hidup pesantren kita tidak akan sekotor ini”.

Pagi harinya para santri Ampeldento terkejut, karena melihat mbah Soleh hidup kembali dan tampak sedang menyapu masjid. Beberapa bulan kemudian, beliau wafat dan pesantren Ampeldento menjadi kotor kembali karena tidak ada santri yang bisa menggantikan tugas beliau dengan benar. Melihat keadaan ini Sunan Ampel kemudian berkata sama persis dengan perkataannya dulu. Esok harinya para santri melihat mbah Soleh tampak menyapu masjid kembali. Peristiwa seperti ini berlangsung berulang kali dan baru berhenti setelah Sunan Ampel wafat mendahului mbah Soleh.

Meskipun kisah tersebut terkadang oleh sebagian orang dianggap tidak masuk akal, tetapi ada hikmah yang bisa dipetik, yaitu :

  1. Kekuasaan Allah sungguh sangat besar. Suatu hal yang dianggap tidak mungkin, kalau Allah menghendaki pasti terjadi. Secara nalar, tidak mungkin orang yang yang mati bisa hidup kembali. Tetapi dengan kekuasaan Allah hal itu bisa saja terjadi.  Peristiwa orang yang mati kemudian hidup kembali bukan peristiwa yang aneh karena Alqur’an  telah  menceritakan peristiwa-peristiwa seperti itui. Contohnya adalah kisah Nabi Musa yang menyembelih sapi untuk menghidupkan kembali korban pembunuhan, mukjizat Nabi Isa yang bisa menghidupkan orang yang sudah mati serta kisah Nabi Ibrahim yang ingin mengetahui bagaimana Allah menghidupkan makhluk yang mati. Dengan demikian,  kisah mbah Soleh bisa saja terjadi atas ijin Allah.
  2. Janganlah sekali-kali kita menyepelekan amal yang dianggap remeh. Menyapu dan bersih-bersih seringkali dianggap sebagai amal perbuatan yang remeh dan hanya pantas dilakukan oleh orang rendahan. Dalam kasus mbah Soleh, ternyata anggapan itu sama sekali tidak benar. Amal  menyapu itulah yang kemudian memberikan kemuliaan kepada mbah Soleh. Kemuliaan sangat tampak dari banyaknya peziarah di makam mbah Soleh yang mendoakan dirinya. Tidak banyak manusia yang bisa seperti mbah Soleh.
  3. Keikhlasan adalah kunci dari kemuliaan manusia di hadapan Allah. Kita memang tidak bisa menilai sejauh mana keikhlasan mbah Soleh. Tetapi, kenyataan bahwa banyaknya peziarah yang mengunjungi secara sukarela makam Soleh tanpa diundang adalah indikasi akan keikhlasan amal perbuatannya.    kita bisa memberikan julukan t makam mbah Soleh itu adalah monumen keikhlasan bagi para pengunjungnya.

Madrasah kita pada tanggal 2 April 2011 akan megadakan kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan yaitu ziarah wali 5.  Hampir dapat dipastikan bahwa salah satu obyek kunjungannya adalah makam Sunan Ampel serta makam mbah Soleh. Ziarah ke makam mbah Soleh ini  hendaknya jangan hanya dibuat kegiatan tanpa arti. Siswa-siswa harus banyak belajar dan meneladani apa yang telah dilakukan oleh mbah Soleh selama hidupnya sehingga ia beroleh kemuliaan setelah kematiannya.

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa pada umumnya siswa-siswi MTsN dihinggapi sifat malas untuk membersihkan kelas dan lingkungan sekolah. Salah satu alasannya adalah perasaan bahwa pekerjaan seperti itu adalah pekerjaan tak terhormat yang hanya pantas dilakukan oleh anak-anak yang terkena sangsi dari guru piket. Setelah berziarah ke makam 5 wali serta mengunjungi makam mbah Soleh apakah sikap seperti ini akan berubah ? kita tunggu saja hasilnya !

  1. Peketo Singoedansari Blog
    09/04/2011 pukul 07:14

    Wah… kisah yang dapat diambil teladannya…

  2. 05/07/2011 pukul 06:48

    Bagus…Bagus…Bagus

  3. satria
    15/12/2013 pukul 23:42

    tetap tidak percaya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: