Beranda > PENDIDIKAN > GURU BERCERITA ; JADUL ATAU TIDAK ?

GURU BERCERITA ; JADUL ATAU TIDAK ?

Ketika masih sekolah di tingkat MTs, saya mempunyai guru favorit yang selalu saya rindukan kehadirannya di kelas. Tidak hanya saya saja, tetapi teman-teman sekelas juga selalu mengharap kedatangannya. Pak Ahmad, demikian nama guruku itu dipanggil, bukanlah sosok guru yang hebat dengan intelenjensi yang tinggi atau seorang pengajar dengan metode-metode mengajar modern yang memudahkan siswa menyerap materi pelajaran.beliau adalah guru bersahaja dan cara mengajarnyapun masih menggunakan cara-cara lama. Yang paling menarik dari cara mengajar beliau adalah beliau senang bercerita. Maka dalam setiap pertemuan, selain materi pelajaran, pasti ada saja cerita yang disuguhkan. Tidak jarang cerita tersebut, tidak selesai dan harus dilanjutkan minggu depan karena beliau hanya mengalokasikan waktu lima belas menit untuk bercerita. Banyak cerita yang dihadirkan, terkadang beliau mengambilnya dari cerita pewayangan seperti Arjunasasrabahu, Cupu manik Astagina, epos Mahabarata dan Ramayana atau cerita-cerita berlatar belakang sejarah dari buku karangan S.H. Mintardja semisal Nogososro Sabukinten atau Api di bukit Menoreh. Di akhir cerita itu pasti ada kesimpulan mengenai pelajaran yang bisa dipetik dari kisah yang disajikan.
Manusia adalah makhluk yang bercerita dan senang dengan cerita. Semakin modern manusia semakin banyak membutuhkan cerita. Salah satu bukti bahwa manusia senang cerita adalah film yang mulai jaman dulu sampai sekarang masih saja digemari semua orang. Kalau kita perhatikan acara-acara televisi yang paling banyak digemari adalah sinetron yang merupakan salah satu bentuk cerita. Oleh karena itu, kitab suci Alqur;an mengandung cerita-cerita. Alqur’an yang terdiri dari kurang lebih 6660 ayat, sebagian besar berisi tentang sejarah ummat-ummat terdahulu. Demikian pentingnya arti kisah di dalam Alqur’an sampai ada sebuah surat yang dinamakam dengan kisah-kisah (Al-Qashas). Tujuan dari penggunaan cerita itu adalah untuk menarik pembacanya (manusia) yang suka akan cerita.. Melalui kisah-kisah ini Alqur’an menyampaikan pesan bahwa manusia harus berbuat baik dengan menunjukkan contoh kejayaan bagi mereka yang berbuat baik dan kehancuran bagi yang melakukan kejahatan.
Cerita tidak sama dengan dongeng. Dalam cerita mengandung sesuatu yang nyata, masuk akal dan tidak dibuat-buat. Sedangkan dongeng, bersifat khayal dan dibuat-buat. Seperti cerita-cerita dalam Alqur’an, semuanya adalah nyata karena bisa dibuktikan kebenarannya. Alqur’an menceriterakan tentang Nabi Musa dan Fir’aun, ternyata setelah diselidiki bahwa cerita itu benar-benar ada dan bisa dibuktikan dengan ditemukannya mumi Fir’aun dan sekarang diletakkan di museum Tahrir di kota Kairo Mesir..
Nah, bagaimana kalau ada seorang guru bercerita kepada muridnya. Apakah hal ini merupakan sesuatu yang jadul dan tidak cocok dengan jaman modern. ? atau justru hal itulah yang sangat mengasikkan ?

Kategori:PENDIDIKAN
  1. 21/01/2011 pukul 07:13

    menurut saya…,,,
    tidak,,, mungkin aja menurut guru tersrbut (pak ahmad) tuch termasuk salah satu tips buat menarik perhatian siswa-siswinya buat menyukai mapel yang diajarkan pak ahmad…,,,

    @ :zakiyatulamaliyah
    pokoknya nggak cerita melulu, kalo kebanyakan nanti malah pelajarannya nggak masuk. Than’ks atas commentnya ):

  2. 21/01/2011 pukul 07:17

    diantara iya dan tidak, pak! hehehe… dibilang jadul, ndak juga. tapi, kalo keseringan, juga membosankan….

    @: dinderchaha
    betul juga, tapi kalo gurunya nggak pernah cerita, juga membuat kita bosan. ya nggak …🙂

  3. 21/01/2011 pukul 08:11

    itDu pAsti pRlu dI sURveI…

    @ : aztur
    betul juga ……
    😦

  4. 21/01/2011 pukul 08:14

    @bharama as aztur: yang di survey appanya?

    @aztur :
    yang pelu disurvey apakah senang dengan cerita atau nggak
    😉

  5. 21/01/2011 pukul 08:33

    @pakirul:
    cocok tuh pak….
    contohnya pak masduqi. beliau sebelum mengajar mesti ber-muqaddimah dulu pak. teman-teman saya antusias…

    @ : zaqi
    Hebat dong kalo gitu Pak Masduki he…. he…. he…..
    🙂

  6. 21/01/2011 pukul 14:56

    ada hikmah dan pelajaran dibalik cerita (riwayat).

    @: awaludin
    betul… maka dari itu Alqur’an juga banyak ceritanya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: