Beranda > POLITIK > PRESIDEN NGGAK BOLEH MARAH-MARAH

PRESIDEN NGGAK BOLEH MARAH-MARAH

ImageHost.orgGeorge W. Bush adalah presiden yang bernasib sial di akhir masa jabatannyanya. Betapa tidak, ketika mengadakan jumpa pers dengan Perdana Menteri Irak, Bush dilempar sepatu oleh wartawan Al-Baghdadiyah, Muntadzar Azzaidi. Untungnya sepatu nya tidak mengenai wajah Bush. Beruntung pula yang dilemparkan adalah sepatu, coba kalau bom, urusannya akan jadi lain. Dan sang wartawan kini menjadi terkenal di seluruh dunia, pas benar dengan namanya Al-Muntadzar (dalam bahasa arab artinya : yang ditunggu). Tak pelak lagi Azzaidi kini menjadi tahanan polisi kota Baghdad. Tapi itu lah resiko dari kebijakan pemerintahan Bush yang kayak Sherif di film-film Koboy.

Tapi ada satu hal yang patut diacungi jempol dari peristiwa itu, yakni Bush tidak marah di hadapan kamera/wartawan (nggak tahu kalau di belakang). Itu membuktikan bahwa presiden negeri paman sam itu punya pengendalian diri yang kuat. Menjaga dengan baik image sebagai presiden negara superpower yang harus menguasai emosinya di muka umum.
Itu pula yang pernah dilakukan oleh Bill Clinton saat seseorang nyelonong ke ruang jumpa pers dan mencaci maki Clinton. Clinton tidak marah, wajah Clinton sama sekali tidak mengekspresikan kemarahan dan ketidaksenangan, bahkan terlihat serius mendengarkan cacian itu. Sungguh sikap seorang pemimpin.

Akan jauh berbeda kalau kita bandingkan dengan pejabat-pejabat di negeri ini. Kita masih ingat beberapa kali presiden SBY marah karena pidatonya tidak didengarkan oleh audien atau Gus dur yang sering marah-marah kalau ada berita miring tentang dirinya serta Megawati yang berkeluh kesah menghadapi masalah negara. Memang, hak seseorang untuk marah tapi menahan marah jauh lebih baik, apalagi kalau sampai dilihat secara luas. Sangat tidak sedap bila di berita sore ditayangkanada gambar seorang pemimpin yang sedang marah. Andaikata ingin marah tahan dulu dari sorotan kamera, masuk ke dalam kamar, kunci dari dalam jangan boleh ada orang yang masuk, lalu luapkan amarah itu, sungguh sangat meringankan pikiran dan tidak menjatuhkan wibawa.

Marah tidak berarti tegas, karena ketegasan tidak bisa ditunjukkan dengan kemarahan. Maka berbicaralah, berlakulah yang tegas tapi tahan lah amarah. Jadi seorang pemimpin tidaklah mudah, karena pemimpin yang adil gajinya sangat besar yaitu ; surga. Oleh karena itu harus benar-benar bisa menahan amarah apabila dirinya sendiri yang disakit atau dicaci serta tidak ada dendam dalam hatinya terhadap orang yang menyakitinya. Sebaliknya seorang pemimpin bertindak tegas dan adil meskipun dia harus melindungi orang yang pernah menyakitinya. Orang yang marah akalnya tidak bekerja maksimal, maka pemimpin yang marah disaat itu akalnya tidak bekerja maksimal, dan perlu dicamkan bahwa orang akan lari dan menjauhi pemimpin-pemimpin yang pemarah.

Di era keterbukaan sekarang ini seorang pemimpin harus benar-benar menyiapkan diri menghadapi khalayak umum karena segala tindak tanduknya akan direkam dan diputar ulang di media massa yang dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Jadi pandai-pandailah menahan amarah. termasuk kita semua ………..tentunya.

  1. 15/01/2009 pukul 13:46

    pak ni q burhan Alumni 9 F 2007/2008
    msh ingat g?
    oh y sblmx slmt yach ats mngnya sekolah kita tercinta dalam lomba blog
    `n skr sekolah kita mau lomba se Asean yach
    smg mng ya pak
    oh ya pak blogx alumni kok cm satu
    klu blh sich pnx q jg daftar yach
    almtx http://www.studyneverend.blogspot.com
    tp lyt dl tkt jlk
    tp Insya Allah gak akn mengecewakan dech
    Trims

  2. bachtiarrifai
    16/10/2009 pukul 06:42

    pak, apakah George W Bush patut di contoh oleh presiden negara lain!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: