Arsip

Archive for Oktober, 2008

ALHAMDULILLAH…..JADI JUARA 3 LOMBA WEBLOG SEAMOLEC

20/10/2008 12 komentar

Hari Senin, 20 Oktober kuawali dengan keluhan istriku masuk angin, kemarin kami habis pergi ke Malang. Istriku ingin nonton Laskar Pelangi di Mandala Teater, tapi lagi-lagi antrian sudah panjang, dan pasti Sold out. Akhirnya kami jalan-jalan keliling kota Malang mencari Mie Pangsit, sialnya…. Pak Ri… langganan kami tidak jualan. Sambil sedikit menahan lapar… aku dan istriku ke Toko buku Toga Mas, ada buku bagus dan murah ” The Heart Speaks” serta ” Wali dan Tradisi Ziarah di dunia Islam” , cabut buku.. bayar .. dan pulang. Hujan yang turun di sepanjang jalan sampai ke rumahlah yang membuat istriku masuk angin di Senin pagi.
Selengkapnya >>..

Iklan

FAKTA FILM LASKAR PELANGI

18/10/2008 1 komentar

Berikut adalah beberapa fakta tentang film Laskar Pelangi yang selama ini mungkin belum pernah anda ketahui:

  1. Nama panggilan dari Andrea Hirata pada saat kecil adalah “andis” ,”Ikal” adalah nama panggilan andrea di novel
  2. Royalti Film Laskar Pelangi yang didapat dari Andrea adalah sekitar Rp 350 juta
  3. Andrea hirata dalam suatu kesempatan menyatakan,dirinya bukan sastrawan, benar-benar tidak berpengalaman, tidak berpendidikan sastra, tidak bergaul dengan orang-orang sastra, tidak bercita-cita menjadi sastrawan. Lebih parah lagi, tidak banyak membaca sastra.
  4. Selengkapnya >>..

FILM LASKAR PELANGI, GURU AGAMA dan PENDIDIKAN

15/10/2008 4 komentar

ImageHost.org

Menangis….. itu yang terjadi saat saya melihat 10 menit pertama dari Laskar Pelangi, bersimbah air mata pula saat kubaca novelnya.

Ada perasaan menggores dalam dalam hatiku, saat melihat anak bersepeda demikian jauhnya hanya untuk bersekolah, menuntut ilmu Lintang…. namanya. Melihat gedung sekolah yang miring hampir roboh, dan kalau hujan dimasuki kambing untuk berteduh, oh membuat lagi-lagi air mata ini mengalir di pipi. Aku bukannya melankolis, atau cengeng, tapi aku pernah mengalaminya meski tidak sedahsyat itu. Terutama saat-saat mengajar di sekolah swasta di kampung, yang jauh dari kemajuan pendidikan. Aku yakin banyak teman-teman guru yang pernah mengalaminya atau masih mengalaminya, mengajar beberapa gelintir murid di sekolah yang tidak layak, bahkan membahayakan. Aku juga pernah merasakan minder saat sekolahku tak pernah berprestasi berpuluh-puluh tahun, merasakan tatapan sebelah mata dari orang-orang yang antipati terhadap sekolahku, murid-muridnya yang tampak kumal dan kurang beradab.

Selengkapnya >>..