Beranda > AGAMA ISLAM > ZAKAT PEMBAWA MAUT

ZAKAT PEMBAWA MAUT

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim yang berkewajiban, fungsi zakat adalah untuk membersihkan harta kita selain itu bertujuan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu. Dengan demikian ibadah zakat ini jelas sangat mulia dan membahagiakan orang-orang yang berhak menerimanya.

Senin 15 September 2008 di Pasuruan diberitakan bahwa 21 orang tewas karena berdesak-desakan di rumah H. Syaikhoni yang mengadakan acara pembagian zakat secara langsung kepada para fakir miskin. Para fakir miskin utamanya ibu-ibu berdesak-desakkan untuk mendapatkan jatah uang Rp. 30.000,- dari saudagar kaya tersebut, sampai tergencet, dan kesulitan bernafas bahkan terinjak-injak oleh temannya sendiri. Kekurangsiapan panitia dan ketiadaan pihak keamanan, membludaknya orang yang datang yang menjadi penyebab kejadian tersebut.

Banyak orang yang menyesalkan peristiwa tersebut, mestinya para muzakki lebih mempercayakan zakat kepada lembaga-lembaga zakat yang ada sehingga hal tersebut tidak sampai terjadi. Saya juga ikut prihatin terhadap kejadian tersebut, tetapi yang paling membuat saya sedih adalah komentar muzakki yang seakan-akan menyalahkan orang-orang yang berdesakan yang tidak mau diatur, lha.. mengapa nggak ditanya mengapa mereka berdesakan ? … mereka berdesakan kan karena acaranya dia. Semestinya harus bertanggung jawab terhadap jatuhnya korban bukan malah menyalahkan begitu saja korbannya.

Memang gaya ibadah kita umumnya orang Indonesia, adalah gaya ibadah selebritis yaitu ibadah yang kelihatan orang lain, yang nampak wah dan seolah-olah mencari popularitas. Zakat rasanya tidak afdhol kalau nggak diliput, nggak hebat kalau tidak menjadi peristiwa yang mengagumkan. Padahal jelas-jelas agama menganjurkan kepada kita agar menyembunyikan zakat, infaq dan shodakoh kita sampai diumpamakan kalau tangan kananmu yang memberi tangan kirimu jangan sampai tahu. Kenapa seperti itu? hal itu untuk menghindarkan diri dari sikap riya’ (beramal ingin dipuji orang lain). Dan ingat menurut hadits riya’ itu adalah syirik kecil, dan orang yang riya’ amalnya tidak diterima oleh Allah.

Cobalah wahai orang-orang muslim kaya, kalau kalian ingin memberi berangkatlah tengah malam susuri kantong-kantong kemiskinan dan rasakan keadaan mereka dan berikan kepada mereka sedekahnya, jangan kau undang orang miskin ke rumahmu untuk kau beri sedekah. Sebenarnya zakat yang butuh adalah engkau bukan orang-orang miskin itu.

Orang-orang kaya kita kebanyakan orang-orang yang sombong, yang terkadang tidak mau bergaul, berdekatan dan menyelami kehidupan orang-orang yang miskin. Padahal orang-orang miskin inilah dulu yang paling disayang Nabi. Kalau kita tidak mau bergaul dan memuliakan mereka sungguh kita telah menyia-nyiakan kekasih Nabi. Maka muliakan orang miskin, berilah hak-hak mereka. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa ” bersedekahlah engkau selama orang-orang miskin membutuhkanmu sebelum datang masa ketika engkau bersedekah kepada orang-orang miskin kemudian mereka berkata kami tidak butuh hartamu kami menginginkan darahmu”.

Ayo bantu orang miskin ! jangan jadikan mereka tumbal kepentingan kita !

  1. 18/09/2008 pukul 05:36

    waaaah , , ,

    masanega makin keren , , ,

    lama ga’ kesana udah brubah total , , ,

  2. Mahfudz DHimyati
    19/09/2008 pukul 16:30

    Dalam semua kejadian pasti akan ada Hikmah. termasuk juga dengan “Tragedi Zakat” d Pasuruan ini.Hikmah tersebut antara lain :

    1. Membukakan mata para penguasa di Indonesia…bahwa angka kemiskinan yang aoleh BPS dilaporkan menurun ternyata hanyalah kabar angin saja… Buktinya untuk uang Rp 30.000 saja para dhuafa harus rela berantri ria sembari bersiap mengorbankan nyawa mereka…belum lagi antrian untuk penerimaan BLT yang juga …..
    2. Segala perbuatan haruslah dipersiapkan dengan baik dan terencana..(Penjahat, perampok, pencuri dan pencopet saja pasti mempersiapkan skenario aksinya…..) apalagi untuk sesuatu tindakan yang bersifat baik….
    3. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para aghniya’ yang dengan “gagah” menyalurkan zakatnya melalui “tangan sendiri”….Sudah saatnya bagi kaum muslimin di tanah air tercinta ini untuk memberdayakan lembaga-lembaga zakat yang ada,demi tercapainya pemerataan kesejahteraan dan pengurangan angka kemiskinan. Pemberian zakat yang hanya dengan pola sumbangan saja….biasanya dananya akan cepat habis untuk keperluan konsumsi,. Akan lebih bermanfaat jka dana zakat tdak hanya untuk keperluan konsumsi akan tetapi lebih ke arah pemberdayaan masyarakat melalui pegelolaan dana zakat oleh lembaga amil zakat

  3. 20/09/2008 pukul 05:38

    Kalau sudah libur ajak 9f community ke rumah pak irul, saya ingin omong-omong sama kalian

  4. Danik Lailatul Rohmah
    22/09/2008 pukul 04:35

    seharusnya zakat itu dibagikan langsung secara merata,dan langsung kepada fakir miskinnya.Dan kalau mau membagikannya secara antri,seharusnya harus siap dengan petugas keamanan.

  5. 22/09/2008 pukul 07:57

    Repotnya, orang Indonesia itu tidak mau antri dan tertib, yah … tidak semuanya, kebanyakan… sering nyrondol dan ingin dulu. Ayo kita budayakan antri dan tertib.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: