Beranda > PENDIDIKAN > SAMPAH BUKAN MUSUH

SAMPAH BUKAN MUSUH

“Kebersihan adalah sebagian dari iman” maka orang yang tidak mencintai kebersihan berarti imannya kurang sempurna.

Membicarakan kebersihan, maka akan selalu berkaitan dengan sampah, karena sampah adalah penyebab lingkungan tidak bersih. Kita sering mengangap sampah sebagai musuh yang harus dienyahkan atau dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), padahal kalau kita mampu mengolah sampah maka sampah akan sangat bermanfaat sekali. Allah telah memberikan gambaran bahwa di dunia ini semua pengolahan materi adalah daur ulang contoh air hujan yang kemudian diserap oleh tanah dan menjadi mata air dan masih banyak cotoh yang lain Berikut ini sebuah berita tentang pemanfaatan sampah:

Liputan6.com, Jakarta: Peduli terhadap lingkungan menjadi latar belakang sekelompok wanita di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Tak hanya itu, mereka juga rutin memberikan kursus pembuatan kompos. Tujuannya, untuk memasyarakatkan cara pengolahan sampah sekaligus menumbuhkan rasa cinta lingkungan.

Upaya ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap lingkungan Ibu Kota yang semakin dipenuhi sampah sejak dua tahun silam. “Sekarang sampah organik, terutama rumah tangga di Jakarta begitu besar. Volumenya sampai 6.000 ton sehari. Semua itu bisa dikelola,” kata Sri Murniati Djamaludin, pengelola tempat kursus bernama Kebun Karinda.

Murni–begitu ia biasa disapa–menuturkan, saat ini peserta kursus Kebun Karinda mencapai 4.000 orang. “Mereka terdiri dari anak muda, kecil, dewasa, dan lanjut usia,” kata Murni. Kursus ini diadakan setiap Selasa dan Sabtu. Masing-masing peserta hanya dipungut biaya sekadarnya. Usai kursus, peserta bisa membawa satu pot kecil bibit tanaman dengan kompos sebagai media tanamnya.

Tanggapan positif pengembang perumahan juga sangat membantu ibu-ibu kreatif pimpinan pasangan suami istri Djamaludin Suryohadikusmo ini. Betapa tidak, mereka meminjamkan lahan seluas 300 meter persegi kepada para warga untuk dimanfaatkan sebagai kebun pembibitan dan pengomposan sekaligus tempat kursus Kebun Karinda.

Melalui kursus ini pula, para peserta dapat dengan mudah mengetahui cara mengolah sampah organik rumah. Antara lain, sisa-sisa makanan, sayur dan buah, potongan rumput segar maupun daun kering serta kertas yang telah dipotong kecil-kecil. Semua sampah tersebut nantinya dicampur sehingga berubah menjadi kompos dalam kurun waktu satu bulan.

Agar dapat memperoleh sampah organik, para wanita pecinta lingkungan hingga kini bekerja sama dengan para petugas kebersihan di lingkungan sekitar. Bahkan tidak sedikit masyarakat di luar lingkungan tempat tinggal mereka dengan sukarela mengantarkan sampah organik. Antara lain berupa daun atau bisa memperoleh bayaran berupa kompos siap pakai.(REN/Tim Usaha Anda)

Bagaimana…. Apakah sampah menyebalkan ?

  1. A.Harrid
    12/04/2008 pukul 04:18

    Saya setuju dengan artikel ini,sebenarnya sampah bisa menjadi alat untuk membantu kita dikehidupan sehari-hari.Bagi orang yg bersifat kreatif sampah akan didaur ulang atau dijadikan pupuk seperti artikel diatas,allah pun juga menyuruh kita untuk kreatif karena dg sifat kreatif kita akan bisa memecahkan masalah dg mudah bahkan kita bisa memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.

  2. Danik Lailatul Rohmah
    22/09/2008 pukul 01:57

    Sayapun juga setuju dengan pendapat ini karena sampahpun juga bisa menjadi teman kita misalnya sebagai pupuk, kerajinan dan menambah keindahan jika kita mau dan berusaha mendaur ulangnya

  3. zahrotul laili afia
    22/09/2008 pukul 01:59

    Sampah memang bukan musuh kita malah kita menjadi teman kita.yaitu sampah kita manfaatkan menjadi barang barang yang berguna bagi kita.bila kita tidak bisa memanfaatkan sampah maka kita harus membuang sampah pada tempatnya.dan mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: