04.23.09

KEMBALI NULIS

Ditulis dalam PENDIDIKAN pada 01:44 oleh pakirul

write-us1Lama sudah aku tidak menulis di blogku. Mengapa demikian ?. Itu karena aku tidak sreg dengan blogku ini. Sedari dulu, saat awal-awal aku mulai blogging , aku ingin mempunyai blog yang khusus membahas tentang topik tertentu. Tetapi aku selalu bimbang topik apa yang ingin aku tulis. Akhirnya jadilah tulisan di blogku itu campur-campur.

Ketika aku menemukan ide untuk menulis khusus tentang pendidikan di blogku , aku dilanda keraguan. Kira-kira bisa apa tidak ya….postingnya berkelanjutan ?. Dalam keraguanku itu, maka aku coba untuk mengganti themes dan judul di blog. Aku buang gambar-gambar di widget yang kuaggap kurang perlu. Kutulis judul utama blogku 3 kata yang dulu pernah aku dengar saat aku mendengarkan kuliah dosenku Drs. H. Rahmat Iman Santoso dalam mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan. 3 kata itu yaitu EDUCANDUM, EDUCABILE, EDUCANDUS. 3 kata tersebut berkaitan dengan manusia dan pendidikan, bahwa manusia itu adalah makhluk yang educandum (harus dididik), educabile (dapat dididik) dan educandus (dapat mendidik). Sub judulnya adalah Pendidikan Juara 1. Sengaja sub judulnya kutulis demikian untuk mengingatkan kita semua bahwa pendidikan harus diprioritaskan pada tempat pertama untuk mencapai kejayaan bangsa.

Aku berharap semoga sedikit perubahan ini akan membawa manfaat

11.27.08

GURU YANG MENCINTAI, SEBUAH REFLEKSI HARI GURU

Ditulis dalam PENDIDIKAN tagged , pada 04:15 oleh pakirul

ImageHost.orgTahun 1945, Negara Jepang hancur dibom atom oleh sekutu. Rakyat Jepang banyak yang mati bergelimpangan, sisanya sekarat karena terkena radiasi bom atom. Pembantu kaisar dan menteripun kemudian melaporkan jumlah korban. Menanggapi laporan anak buahnya, Kaisar Jepang Hirohito berkata, “ berapa guru yang hidup “. Pembantu kaisar dan menteripun terkejut, seraya bertanya : “ mengapa paduka menanyakan jumlah guru yang hidup?”. Hirohito berkata “ selama masih banyak guru yang hidup, aku yakin masih ada kesempatan bangsa kita untuk  bangkit dari kekalahan dan mengejar ketertinggalani”. Maka setelah perang selesai, guru di Jepang menjadi anak emas. Diberikan gaji yang sangat cukup, fasilitas yang memadai dan semua kesejahteraannya dipenuhi. Tugasnya hanya satu yaitu mendidik rakyat Jepang untuk bangkit kembali mencapai kejayaan. Seluruh potensi dan kemampuan yang ada semuanya dipergunakan untuk pendidikan menuju kejayaan bangsa Jepang. 25 tahun kemudian bangsa Jepang sudah berdiri sejajar dengan bangsa yang menghancurkannya. Bahkan 35 tahun kemudian mengalahkan pengebomnya di bidang ekonomi dan teknologi. Selanjutnya >>…

11.07.08

ANTARA FILM LASKAR PELANGI, FOREST GUMP dan UJIAN NASIONAL

Ditulis dalam PENDIDIKAN tagged , , pada 05:26 oleh pakirul

Sekali lagi saya nonton film Laskar Pelangi. Kali ini saya nonton bersama siswa-siswa yang kemarin ikut lomba blog. Film Riri Reza ini benar-benar membuat saya terkesan. Belum pernah sebelumnya saya nonton sebuah film sampai 2 kali (LP mungkin bisa sampai 3 kali karena isteriku juga ngajak nonton). Hanya “Forest Gump” (dibintangi oleh Tom Hanks) yang bisa menandingi Laskar Pelangi dalam hatiku. Keduanya menyampaikan pesan bahwa kita harus selalu memberikan kesempatan untuk mengenyam pendidikan kepada siapa saja, termasuk anak ideot seperti Forest Gump sekalipun. Hanya bedanya, di Laskar Pelangi Lintang yang jenius tidak mendapatkan kesempatan untuk menikmati pendidikan, sedangkan Forest Gump bisa meraih gelar sarjana dan karir di militer meskipun dengan bekal kemampuan berlari.

Selanjutnya>>…

10.20.08

ALHAMDULILLAH…..JADI JUARA 3 LOMBA WEBLOG SEAMOLEC

Ditulis dalam INFO, PENDIDIKAN tagged , , , pada 10:21 oleh pakirul

Hari Senin, 20 Oktober kuawali dengan keluhan istriku masuk angin, kemarin kami habis pergi ke Malang. Istriku ingin nonton Laskar Pelangi di Mandala Teater, tapi lagi-lagi antrian sudah panjang, dan pasti Sold out. Akhirnya kami jalan-jalan keliling kota Malang mencari Mie Pangsit, sialnya…. Pak Ri… langganan kami tidak jualan. Sambil sedikit menahan lapar… aku dan istriku ke Toko buku Toga Mas, ada buku bagus dan murah ” The Heart Speaks” serta ” Wali dan Tradisi Ziarah di dunia Islam” , cabut buku.. bayar .. dan pulang. Hujan yang turun di sepanjang jalan sampai ke rumahlah yang membuat istriku masuk angin di Senin pagi.
Selengkapnya >>..

10.18.08

FAKTA FILM LASKAR PELANGI

Ditulis dalam PENDIDIKAN tagged , pada 04:22 oleh pakirul

Berikut adalah beberapa fakta tentang film Laskar Pelangi yang selama ini mungkin belum pernah anda ketahui:

  1. Nama panggilan dari Andrea Hirata pada saat kecil adalah “andis” ,”Ikal” adalah nama panggilan andrea di novel
  2. Royalti Film Laskar Pelangi yang didapat dari Andrea adalah sekitar Rp 350 juta
  3. Andrea hirata dalam suatu kesempatan menyatakan,dirinya bukan sastrawan, benar-benar tidak berpengalaman, tidak berpendidikan sastra, tidak bergaul dengan orang-orang sastra, tidak bercita-cita menjadi sastrawan. Lebih parah lagi, tidak banyak membaca sastra.
  4. Selengkapnya >>..

10.15.08

FILM LASKAR PELANGI, GURU AGAMA dan PENDIDIKAN

Ditulis dalam PENDIDIKAN tagged , , , , , pada 01:09 oleh pakirul

ImageHost.org

Menangis….. itu yang terjadi saat saya melihat 10 menit pertama dari Laskar Pelangi, bersimbah air mata pula saat kubaca novelnya.

Ada perasaan menggores dalam dalam hatiku, saat melihat anak bersepeda demikian jauhnya hanya untuk bersekolah, menuntut ilmu Lintang…. namanya. Melihat gedung sekolah yang miring hampir roboh, dan kalau hujan dimasuki kambing untuk berteduh, oh membuat lagi-lagi air mata ini mengalir di pipi. Aku bukannya melankolis, atau cengeng, tapi aku pernah mengalaminya meski tidak sedahsyat itu. Terutama saat-saat mengajar di sekolah swasta di kampung, yang jauh dari kemajuan pendidikan. Aku yakin banyak teman-teman guru yang pernah mengalaminya atau masih mengalaminya, mengajar beberapa gelintir murid di sekolah yang tidak layak, bahkan membahayakan. Aku juga pernah merasakan minder saat sekolahku tak pernah berprestasi berpuluh-puluh tahun, merasakan tatapan sebelah mata dari orang-orang yang antipati terhadap sekolahku, murid-muridnya yang tampak kumal dan kurang beradab.

Selengkapnya >>..

04.10.08

KENAPA NGANTUK ….. KENAPA TIDUR ??

Ditulis dalam PENDIDIKAN tagged , pada 07:38 oleh pakirul

Akhir-akhir ini saya sering mengajar di jam-jam akhir pelajaran, maklumlah mau Ujian Nasional, pelajaran Non UN harus ngalah dan mau ditaruh dI jam-jam terakhir. Jam-jam terakhir seperti ini sangat tidak mengenakkan, karena anak-anak sudah pada capek dan lapar, jadi kalau diberikan materi pelajaran so pasti tidur… atau malas-malasan, dikasih tugas pasti nggak ngerjakan. Jadinya diajak ngomong-ngomong hal-hal yang up to date atau cerita ……. pasti matanya terbelalak.

Untuk memulai mata pelajaran Aqidah Akhlak maka saya mulai dengan kisah novel Eiji Yoshikawa, MUSASHI, dan terus mengalir sampai akhirnya saya bisa menyampaikan inti materi pelajaran dan tak terasa jam pelajaran sudah habis. Nggak ada anak yang ngantuk apalagi tidur… sukses deh.

Dalam berita sore Liputan 6 Petang Pak SBY nampak marah-marah di hadapan para Bupati/Walikota se Indonesia, yang tengah mendengar pidato Pak Presiden.

ImageHost.org

Liputan6.com memberitakan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur keras seorang peserta yang terlihat mengantuk saat mendengar pidatonya. Kali ini terjadi saat Presiden memberikan pembekalan pada acara Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional, Selasa (8/4). Hampir satu jam Presiden memberi pembekalan pada acara yang dihadiri para Bupati, Wali Kota, dan Ketua DPRD Tingkat II se Indonesia itu. Ketika tengah mengkritisi budaya pemborosan energi, tiba-tiba Presiden menegur seorang peserta yang mengantuk. “Coba bangunkan yang tidur. Kalau tidur di luar saja,” kata Presiden. Ini bukan kali pertama hadirin tertidur saat mendengarkan pidato Presiden. Tahun lalu dalam sebuah kesempatan beberapa hadirin terlihat tidur. Bisa jadi karena kelelahan atau karena ia tidak tertarik pidato Presiden.

John Maxwell (Million Leader Mandate/EQUIP) menulis: Tak ada pokok bahasan yang yang membosankan, yang ada hanyalah Pembicara yang membosankan. Tak ada pendengar-pendengar yang sepele, yang ada hanya Pembicara yang kurang berarti. Jika anda tertarik pada Pendengar anda mereka akan tertarik pula pada anda.

Halaman berikutnya